Perbedaan Genteng Metal dan Bitumen – Atap adalah mahkota sebuah rumah atau bangunan. Komponen ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung utama tetapi juga menjadi elemen kunci.
Penggunaannya sendiri menentukan keindahan keseluruhan bangunan. Dalam dunia konstruksi modern, material atap terus berkembang pesat.
Material atap ini menawarkan berbagai keunggulan mulai dari bobot yang ringan hingga daya tahan luar biasa. Di antara berbagai pilihan yang ada, genteng metal dan genteng bitumen (asphalt shingles) muncul sebagai dua kontestan terkuat.
Kedua jenis genteng ini sekilas terlihat sama, namun ternyata ada beberapa karakteristik yang membedakannya. Membuat keputusan tanpa mengetahui perbandingan detail ini bisa berakibat fatal.
Melalui artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara genteng jenis metal dan bitumen. Jadi, untuk lebih jelasnya bisa simak artikel berikut.
Sekilas Tentang Perbedaan Genteng Metal dan Bitumen

Dunia penutup atap telah berevolusi jauh. Genteng tradisional dari tanah liat kini bersanding dengan material modern. Material tersebut menawarkan efisiensi bobot dan daya tahan yang lebih baik.
Genteng metal dan genteng bitumen adalah dua material yang paling menonjol. Masing-masing memiliki proses produksi dan komposisi yang unik.
Komposisi ini memberikan karakteristik performa yang berbeda pada keduanya.
1. Genteng Metal (Genteng Baja Ringan)
Genteng metal adalah atap yang terbuat dari lembaran logam biasanya yaitu baja ringan. Bahan baku ini melalui proses pelapisan khusus yang bisa berupa Galvalume (Zinc dan Aluminium) atau Zincalume.
Lapisan ini bertujuan utama untuk melindungi baja dari korosi atau karat. Adanya lapisan anti karat ini merupakan kunci umur panjang genteng metal.
Atap genteng metal hadir dalam dua bentuk utama. Pertama, bentuk metal lembaran yang memiliki profil gelombang atau menyerupai genteng tradisional.
Bentuk ini pemasangannya per lembar panjang, dengan begitu mempercepat proses instalasi. Kedua, ada genteng metal berpasir yang memiliki permukaan dengan lapisan butiran batu kecil.
Butiran batu ini merekatkannya dengan kuat. Lapisan pasir ini berfungsi ganda, yaitu meredam suara tetesan hujan dan mengurangi pantulan panas ke dalam ruangan.
Meskipun ringan, genteng metal sendiri cukup kuat. Genteng ini mampu menahan cuaca ekstrem dan juga ideal pemasangannya pada rangka atap baja ringan.
2. Genteng Bitumen (Asphalt Shingles)
Genteng bitumen, atau seringkali orang menyebutnya dengan genteng aspal, merupakan material atap yang sangat populer. Popularitas ini terutama pada wilayah Amerika Utara dan Eropa.
Genteng ini terbuat dari lembaran serat yang memperkuatnya dengan fiberglass atau selulosa. Serat ini mencelupkannya ke dalam campuran aspal berkualitas tinggi.
Aspal ini memberikan sifat kedap air yang tinggi. Bagian luar genteng bitumen ada lapisan berupa butiran mineral halus berwarna.
Butiran ini memberikan warna dan tekstur yang menarik dan mampu memberikan perlindungan utama. Perlindungan ini dari paparan langsung sinar UV matahari.
Genteng bitumen menjualnya dalam bentuk lembaran kecil (shingles). Lembaran ini untuk pemasangannya secara tumpang tindih. Pemasangan ini menciptakan tampilan atap yang bertekstur unik.
Kalau dari segi tampilannya mirip dengan sirap kayu tradisional. Sifat utama genteng bitumen adalah fleksibilitasnya.
Genteng ini mudah mengikuti bentuk atap yang kompleks dan memiliki kemampuan peredam suara yang sangat baik.
Perbandingan Atap Metal Vs Atap Bitumen

Memilih material atap yang tepat memerlukan analisis cermat terhadap fitur, kelebihan, dan kekurangannya. Genteng metal dan genteng bitumen sama-sama modern.
Keduanya juga sama-sama menawarkan bobot yang relatif ringan. Akan tetapi, komposisi material dan performa fungsional keduanya sangat berbeda.
Berikut ini ada beberapa perbandingan antara atap metal vs Bitumen yaitu:
1. Komposisi Material Dasar
Genteng metal terbuat dari lembaran baja (biasanya baja ringan) yang melapisinya dengan pelindung anti karat seperti zincalume atau galvalume.
Sedangkan bitumen sendiri terbuat dari aspal yang diperkuat dengan serat fiberglass atau selulosa.
2. Kemampuan Isolasi Panas
Genteng dari metal sendiri cenderung menghantarkan panas dengan cepat. Tipe genteng metal polos bisa membuat ruangan di bawahnya terasa lebih panas.
Sedangkan dari Bitumen lebih unggul dalam menghalangi panas. Lapisan aspal dan serat bertindak sebagai penyerap.
3. Peredaman Suara Hujan
Jenis metal sendiri cenderung bising, terutama genteng metal lembaran tanpa lapisan pasir. Bunyi tetesan hujan sangat nyaring.
Sedangkan Bitumen sendiri sangat baik dalam meredam suara hujan. Bobot lapisan aspal yang tebal dan butiran mineral meredam suara.
4. Umur Pakai
Untuk jenis metal sendiri cukup panjang, umur pakainya bisa mencapai 25 hingga 50 tahun. Sedangkan jenis Bitumen sendiri lebih pendek, kurang lebih 20 sampai 30 tahun.
5. Bobot per Meter Persegi
Genteng jenis metal sendiri cukup ringan, sehingga ideal untuk struktur atap baja ringan. Sedangkan jenis Bitumen sendiri agak berat daripada jenis metal polos, namun lebih ringan daripada genteng keramik.
6. Ketahanan Terhadap Korosi
Untuk jenis metal sendiri cukup tahan terhadap korosi, namun bergantung pada kualitas lapisan zincalume. Sedangkan jenis Bitumen sendiri tidak mudah berkarat, karena tidak mengandung logam.
7. Keindahan dan Desain
Jenis metal sendiri menawarkan tampilan bersih, modern, atau industrial. Genteng ini memasangnya bisa dalam lembaran panjang.
Sedangkan jenis Bitumen sendiri tampilannya mirip sirap, pemasangannya per shingle yang mampu menciptakan kesan alami.
8. Kemudahan Perbaikan
Jenis metal pada perbaikan biasanya memerlukan penggantian satu lembar penuh. Sedangkan jenis Bitumen, kerusakan kecil seringkali bisa memperbaikinya.
Berbagai Keunggulan Wall Panel 3D Duralo

Sebagai pelengkap keindahan rumah selain dari gentengnya, maka bisa memilih wall panel 3D dari merk Duralo. Elemen dekorasi yang satu ini terbuat dari fire retardant expandable polystyrene.
Hal inilah yang menjadikannya mampu menghambat laju penyebaran api dengan sangat baik. Sehingga ruangan maupun bangunan dari bahaya kebakaran yang jauh lebih besar.
Wall panel 3D merk Duralo sendiri mampu melindungi dinding dari segala mikroorganisme seperti jamur maupun rayap. Sehingga dinding bisa terlindungi dengan sangat maksimal dan tidak mudah rusak.
Wall panel 3D merk Duralo tersedia dalam berbagai pilihan motif yang menarik dan cantik. Untuk informasi menarik tentang spesifikasi dan pemesanan wall panel 3D Duralo, bisa langsung hubungi Whatsapp berikut.
Penutup
Nah, jadi itulah tadi penjelasan mengenai berbagai perbedaan genteng metal dan bitumen sebelum membelinya. Untuk hiasan dindingnya, pilih saja wall panel 3D merk Duralo.
Dapatkan wall panel 3D merk Duralo di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.
